Beriman kepada hari Kiamat merupakan rukun iman yang kelima dan ia
merupakan perkara gaib yang setiap Muslim wajib meyakininya. Dalam sebuah riwayat
disebutkan bahwa suatu ketika Rasulullah saw. kedatangan tamu seorang laki-laki yang
kedatangannya tidak dimengerti oleh siapa pun yang bersama dengan Rasulullah saw.
pada saat itu. Dia lalu menanyakan beberapa hal tentang masalah agama, salah satu
pertanyaannya adalah mengenai hari akhir. Dia bertanya, “Wahai, utusan Allah! Adakah
engkau mengerti tentang waktu datangnya hari akhir.” Rasulullah menjawab, “Tidakkah
yang bertanya lebih mengerti.” Rasulullah saw. melanjutkan jawabannya, “Aku hanya
akan menyebutkan tanda-tanda kedatangannya.”(HR Bukhari)
Berdasarkan hadits di atas maka bisa disimpulkan bahwa hanya Allah-lah yang
mengetahui kapan datangnya hari Kiamat.
Oleh karenanya, keimanan kepada hari
Kiamat merupakan keimanan yang bersifat ghaibiyat..
Allah Azza wa Jalla berfirman,
﴾
“... tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari akhir,
malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi....” (al-Baqarah: 177)
Hari Kiamat adalah hari yang mutlak Allah tentukan dan kehendaki berakhirnya
kehidupan di muka bumi dan alam semesta. Tidak ada satu pun dari makhluk-Nya
yang luput dari kejadian hari Kiamat.
Allah SWT juga telah banyak menggambarkan dan menceritakan tentang
peristiwa hari Kiamat dalam Al-Qur’anul Karim, sebagaimana firman-Nya,
“Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Dia pasti akan mengumpulkan kamu pada hari
Kiamat yang tidak diragukan terjadinya….” (an-Nisa’: 87)
“… Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari Kiamat dengan wajah
tersungkur, dalam keadaan buta, bisu, dan tuli….” (al-Isra’: 97)
Juga dalam firman Allah SWT yang lain
“.... Dan sungguh, Kiamat pasti akan datang, ....” (al-Hijr: 85)
“Wahai, manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu; sungguh, guncangan (hari) Kiamat
itu adalah suatu (kejadian) yang sangat besar.” (al-Hajj: 1)
“Wahai, manusia! Jika kamu meragukan (hari) kebangkitan, maka sesungguhnya Kami
telah menjadikan kamu dari tanah....” (al-Hajj: 5)
“Dan orang-orang yang diberi ilmu dan keimanan berkata (kepada
orang-orang
kafir), ‘Sungguh, kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah,
sampai hari berbangkit. Maka, inilah hari berbangkit
itu, tetapi (dahulu) kamu tidak
meyakini(nya).” (ar-Rum: 56)
“(Yaitu) pada hari (ketika) mereka mendengar suara dahsyat dengan sebenarnya. Itulah
hari keluar (dari kubur).” (Qaf: 42)
Jadi, tidak ada seorang manusia pun yang mengetahui kapan datangnya hari
Kiamat itu, hanya Allah Yang Maha Mengetahui. Bahkan, Rasulullah saw. hanya
diberi pengetahuan oleh Allah SWT sebatas tanda-tanda kedatangan hari Kiamat saja.
Dalam banyak hadits, Rasulullah saw. menyebutkan tentang tanda-tanda hari Kiamat.
Berdasarkan riwayat yang sahih maka tanda-tanda hari Kiamat, antara lain pertama,
wafatnya Nabi Muhammad saw.. Kedua, terbelahnya bulan. Ketiga, ditakluknya Baitul
Maqdis. Keempat Wabah Tha’un Amwas. Kelima, berlimpahnya harta tetapi tidak
ada seorang pun yang bersedekah. Keenam, fitnah melanda jazirah Arab. Ketujuh,
pengkhianatan bangsa Romawi.
No comments:
Post a Comment